Sebuah memori bagi warga Desa Jogoyasan yang pada masa itu Desa Jogoyasan masih tertinggal di eranya. Dimana sebuah bangunan tua yang dijadikan simbol warga desa dan juga sebagai tempat para abdi negara di lingkungan perdesaan mengabdikan dirinya untuk warga masyarakat. Dikenal dengan istilah balai desa.

Balai Desa Jogoyasan yang pertama kali dibangun pada era 80-an kini hanya tinggal cerita. Pada masa itu balai desa hanya digunakan sebagai tempat rapat dan terkesan klasik karena tidak adanya penggunaan untuk kegiatan lainnya. Balai Desa Jogoyasan saat itu mengalami masa renovasi hanya satu kali dalam kedade terakhir. Itupun hanya ruang pelayanan saja yanmg diperbaharui.

Seiring dengan perkembangan zaman, dengan adanya Dana Desa dari Pemerintah kini Balai Desa telah direnovasi besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung dalam merenovasi, Pemerintah Desa Jogoyasan menggelontorkan uang senilai 1,2 Milyar rupiah untuk pembangunnanya. Dibangun dengan Dana Desa dengan alokasi anggaran 2 Tahap (Tahun 2017 dan 2018), kini pembangunnanya hampir selesai.

Tidak hanya bangunnanya saja, namun diharapkan dengan adanya renovasi besar-besaran ini diharapkan mampu mendonngkrak optimalisasi fungsional Balai Desa, yang dulu hanya sebagai tempat rapat saja, kini akan dilengkapi sarana pendukung olahraga juga, agar mampu dijadikan sarana pengembangan diri dan menggali potensi-potensi oara poemuda di bidang olahraga seperti badminton, tenis meja, pencak silat, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, secara lengkap akan kembali diterangkan dalam artikel berikutnya.